![]() |
| Pejulun Banjar bersama Kawil, Dulun Banjar Rapat Koordinasi pada Rabu (27/5) mengenai rencana pengaspalan jalan diwilayah Banjar Bantas Bale Agung. |
TABANAN, LIPUTANINFOWARGA.COM — Upaya peningkatan infrastruktur desa terus digenjot. Menanggapi rencana proyek pengaspalan jalan yang menghubungkan Banjar Bantas Bale Agung dengan Mambang Celuk. Pejuru Banjar Adat Bantas Bale Agung, Dulun Banjar, bersama Kawil Bantas Bale Agung menggelar Rapat Koordinasi pada Rabu malam (27/5/2026). Rapat yang berlangsung di Bale Banjar Bantas Bale Agung ini fokus membahas kesiapan wilayah dan teknis pelaksanaan di lapangan.
Dalam rapat tersebut, Klian Adat Bantas Bale Agung, I Ketut Darmika, menyampaikan bahwa pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengukuran panjang jalan. Langkah ini merupakan awal dari realisasi rencana pengaspalan jalur strategis tersebut.
Sebelumnya, koordinasi awal juga telah dilakukan oleh Pejuru Subak yang menghubungi Klian Adat untuk ikut serta memantau jalannya proses pengukuran lintasan dan batas jalan.
Menindaklanjuti proses ini, Bendesa Adat Mambang Gede secara resmi memohon bantuan (ayahan) dari krama (warga) Banjar Bantas Bale Agung. Warga diharapkan berpartisipasi dalam aksi gotong royong pemasangan patok jalan yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Secara umum, rencana perbaikan akses jalan ini disambut baik oleh warga. Dulun Banjar dan Pejuru Bantas Bale Agung menyatakan apresiasi atas perhatian pihak terkait terhadap fasilitas infrastruktur di wilayah mereka.
Kendati demikian, demi menjamin kelancaran program dan menghindari kesalahpahaman di kemudian hari, rapat menyepakati satu poin krusial: urgensi koordinasi lanjutan yang transparan.
"Kami sangat mendukung dan mengapresiasi niat baik perbaikan jalan ini. Namun, demi terwujudnya transparansi informasi dan kelancaran program di lapangan, kami memandang perlu adanya koordinasi formal kembali," ungkap I Ketut Darmika.
Pejuru Banjar berharap dalam waktu dekat dapat duduk bersama dalam forum formal yang melibatkan lintas sektor, di antaranya: Pihak Desa Adat Mambang Gede, Desa Dinas Mambang, Desa Adat Bantas dan Pemerintah Desa Bantas.
Langkah koordinasi lintas batas desa adat dan dinas ini dinilai sangat penting agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama sebelum agenda pemasangan patok dimulai pada akhir pekan ini. (*)

