UY0EvzZgeEEo4KiQ1NIivy9VYY1PQHFF9n6p7Enr
Bookmark

Wajah Baru Kota Tabanan: Bupati Sanjaya Tinjau Langsung Penataan Jalur Ekonomi dan Relokasi Pasar Senggol

Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., meninjau langsung proses pemindahan sementara Pasar Senggol Tabanan pada Kamis (21/5). Lokasi pasar semula berpusat di sepanjang koridor Jalan Gajah Mada dialihkan ke areal sekitar Gedung Kesenian I Ketut Marya. (Foto: Istimewa) 

TABANAN, LIPUTANINFOWARGA.COM — Langkah strategis diambil oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menyelaraskan pembangunan infrastruktur kota dengan keberlangsungan ekonomi rakyat. Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., meninjau langsung proses pemindahan sementara Pasar Senggol Tabanan pada Kamis (21/5). Lokasi pasar yang semula berpusat di sepanjang koridor Jalan Gajah Mada kini resmi dialihkan ke areal sekitar Gedung Kesenian I Ketut Marya.

Peninjauan komprehensif ini dilakukan demi menjamin seluruh tahapan relokasi berjalan kondusif, aman, dan tertata. Pemerintah daerah berkomitmen agar roda perekonomian para pedagang lokal tidak terhambat di tengah masifnya proyek penataan kawasan pusat kota yang sedang berlangsung.

Berdasarkan keterangan dari Pengelola sekaligus Bendesa Adat Kota Tabanan, Made Suwardika, proses perpindahan ini berjalan relatif cepat berkat koordinasi intensif sesuai dengan arahan bupati. Tercatat sebanyak 187 pedagang yang mengantongi kartu izin resmi telah diakomodasi dengan tempat berjualan yang baru.

Sementara itu, untuk menjaga ketertiban umum dan kenyamanan kawasan, pihak pengelola menerapkan kebijakan tegas dengan belum memperkenankan pedagang musiman untuk berjualan di area tersebut.

"Penataan lokasi baru ini kami lakukan secara cermat dengan mengedepankan aspek kebersihan serta kesucian area publik, mengingat posisinya yang berdekatan dengan Pura. Kami membagi zona secara spesifik agar lingkungan tetap rapi," ujar Suwardika dalam laporan lapangannya.

Dalam pembagian zonasi tersebut, para pelaku usaha kuliner dipusatkan pada area khusus yang ditunjang dengan sistem pengelolaan limbah terintegrasi demi mencegah pencemaran. Di sisi lain, pedagang dengan komoditas non-kuliner menempati area terpisah guna menghindari kesemrawutan dan menciptakan kenyamanan bagi para pengunjung.

Merespons skema penataan yang berjalan, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa kebijakan relokasi ini bukan sekadar memindahkan lokasi fisik pedagang. Langkah ini merupakan bagian dari visi besar pembenahan estetika dan sanitasi kota guna mewujudkan lanskap Tabanan yang bersih, tertib, dan representatif, tanpa mengesampingkan eksistensi pelaku UMKM.

"Pasar Senggol ini bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan sektor UMKM, sehingga penanganannya harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Pemerintah daerah tidak pernah berniat menyulitkan pedagang, melainkan ingin memastikan mereka dapat mencari nafkah di lingkungan yang lebih layak, aman, dan nyaman," tutur Sanjaya.

Lebih lanjut, Sanjaya memaparkan bahwa tata kelola fasilitas publik di Tabanan ke depan akan diarahkan pada pola manajemen khusus berbasis badan layanan. Skema tersebut diproyeksikan agar aset dan fasilitas publik dapat terurus secara profesional serta berkelanjutan. Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, institusi desa adat, tokoh masyarakat, hingga para pedagang menjadi kunci utama, khususnya dalam memelihara kebersihan lingkungan dan tata kelola sampah.

"Kebersihan bukan hanya domain pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif. Kota yang bersih dan tertata secara otomatis akan menghadirkan kenyamanan bagi warganya," imbuh Sanjaya.

Relokasi temporer Pasar Senggol ini diketahui menjadi salah satu bagian dari rencana induk (masterplan) penataan kawasan Kota Tabanan secara jangka panjang. Program penataan tersebut berjalan beriringan dengan proyek revitalisasi koridor Jalan Gajah Mada, pembenahan Terminal Pesiapan, serta optimalisasi pasar modern berbasis kerakyatan melalui Pasar Gadarata Singasana yang tetap mempertahankan karakteristik pasar rakyat khas Tabanan.

Di akhir peninjauannya, Bupati Sanjaya kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama pada pusat-pusat aktivitas publik, demi mewujudkan Tabanan yang asri, rapi, dan memiliki daya tarik tinggi bagi wisatawan maupun warga lokal. (*)