UY0EvzZgeEEo4KiQ1NIivy9VYY1PQHFF9n6p7Enr
Bookmark

Dipimpin Sulinggih, Upacara Ngaben Massal di Krematorium Sunia Loka Tabanan Berlangsung Sakral

Sulinggih muput Upacara Pitra Yadnya Jumat (24/7) di Krematorium Sunia Loka, Desa Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan. (Foto: Istimewa) 

TABANAN, LIPUTANINFOWARGA.COM – Suasana sakral menyelimuti Krematorium Sunia Loka, Desa Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, pada Jumat (24/7/2026). Ratusan umat Hindu berkumpul untuk melaksanakan upacara Pitra Yadnya Ngaben Sawa Prenawa dan Sawa Prakerti, sebuah ritual suci yang dipimpin langsung oleh para Sulinggih.

Upacara Ngaben massal ini diikuti oleh sejumlah keluarga yang datang dari berbagai daerah di Kabupaten Tabanan, antara lain kawasan Batuaji, Suradadi, Munduk Temu Kelod, hingga Bantas Bale Agung. Kehadiran sanak keluarga dari pelbagai pelosok ini mencerminkan kuatnya rasa persaudaraan dan gotong royong dalam menjalankan kewajiban spiritual.

Secara filosofis, pelaksanaan Pitra Yadnya bukan sekadar prosesi mengantarkan jasad. Ritual ini dipandang sebagai bentuk penghormatan terakhir sekaligus sarana penyucian roh (atma) agar terbebas dari ikatan keduniawian dan dapat kembali ke asal-Nya (Mokshatam Jagadhitaya ya ca iti dharma) dengan damai.

Rangkaian ritual dijalankan secara bertahap dan penuh ketulusan, mulai dari pembersihan, penyucian jasad melalui Sawa Prenawa maupun Sawa Prakerti, hingga puncak pembakaran dan pelarungan abu. Setiap tahapan diiringi doa-doa suci (mantram) yang dihaturkan oleh Sulinggih guna menuntun perjalanan roh menuju Swaraloka.

Tak hanya berdampak spiritual bagi almarhum, tradisi pengabenan ini juga memegang peranan penting bagi pihak keluarga yang ditinggalkan. Secara spiritual, tradisi ini bertujuan memulihkan status kedukaan (cuntaka) agar keluarga kembali bersih secara lahir dan batin, sekaligus memberikan keteguhan hati untuk melepaskan kepergian almarhum secara ikhlas.

Melalui pelaksanaan Pitra Yadnya ini, pihak keluarga berharap almarhum mendapatkan kedamaian abadi di alam sana, sementara sanak saudara yang ditinggalkan senantiasa dilimpahi kerahayuan, keharmonisan, dan keberkahan hidup. (*)