TABANAN, LIPUTANINFOWARGA.COM – Dalam upaya memperkuat kelestarian alam dan menjaga kesucian lingkungan, krama Banjar (Br.) Bantas Bale Agung, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, menggelar aksi bakti sosial kemasyarakatan pada Minggu (26/4/2026). Kegiatan ini mengintegrasikan aksi peduli sampah dengan penguatan ekosistem air melalui penebaran benih ikan.
Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari tersebut dipandu langsung oleh Klian Adat Bantas Bale Agung, I Ketut Darmika. Aksi gotong royong ini melibatkan partisipasi luas dari berbagai elemen, mulai dari Krama Banjar Adat, Ketua BPD, Kawil mewakili Perbekel, Ibu PKK, Sekha Teruna, SDN 1 Bantas, Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga pihak swasta seperti staf Sumber Air Dewa dan Vila Semayar.
Fokus utama pembersihan menyasar akses jalan menuju Pura Dalem dan Pura Prajapati, serta seluruh area dalam pura. Tidak hanya area suci, masyarakat juga menyisir aliran sungai di wilayah Br. Bantas Bale Agung untuk memastikan lingkungan bebas dari sampah plastik.
![]() |
| Krama Br. Bantas Bale Agung gotong-royong bersih-bersih diareal Pura Dalem. |
Sebagai bentuk nyata pelestarian hayati, krama melaksanakan penebaran benih ikan nila di aliran sungai perbatasan, tepatnya di area Pancoran Puja. Klian Adat, I Ketut Darmika, menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan ekosistem air.
"Tujuan utama dari penebaran benih ini adalah untuk menjaga dan mengembalikan ekosistem air agar tetap seimbang dan lestari," ujar Darmika di sela-sela kegiatan. Guna memastikan benih ikan tumbuh maksimal, pihak adat mengeluarkan imbauan tegas agar masyarakat tidak memancing atau menangkap ikan di lokasi tersebut selama tiga bulan ke depan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Camat Selemadeg Timur, I Wayan Sudarya, dan Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, I Made Muskadana. Kehadiran para tokoh publik ini menjadi bentuk dukungan moral bagi masyarakat dalam menjaga kerukunan dan lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, I Wayan Sudarya memberikan edukasi mengenai pentingnya memilah sampah dari rumah tangga.
"Dengan memisahkan sampah sejak dari sumbernya, material seperti plastik tetap bersih sehingga mempermudah proses daur ulang. Sementara sampah organik dapat diolah menjadi kompos melalui sistem teba modern," jelas Sudarya.
Senada dengan Camat, Anggota Komisi II DPRD Tabanan, I Made Muskadana, S.Sos., yang juga membidangi sektor lingkungan, menekankan bahwa kunci utama penanganan sampah adalah kesadaran kolektif. Selain memberikan edukasi lingkungan, Muskadana juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyerap aspirasi warga.
Beberapa aspirasi yang disampaikan masyarakat Br. Bantas Bale Agung meliputi usulan perbaikan jalan pengrarung untuk kegiatan atiwa-atiwa di sisi barat Setra Gede, penyelesaian (finishing) Bale Banjar, hingga pengadaan perangkat sound system untuk kreativitas Sekha Teruna.
"Aspirasi tersebut telah kami catat dan akan segera difasilitasi serta dikoordinasikan dengan pimpinan daerah agar dapat segera direalisasikan," tegas Muskadana.
Melalui semangat gotong royong ini, diharapkan kesadaran masyarakat Desa Bantas terhadap kebersihan lingkungan dan kelestarian alam terus meningkat, menciptakan warisan ekosistem yang sehat bagi generasi mendatang. (*)
#BaktiSosial #PeduliLingkungan #Tabanan #TebarBenihIkan #PilahSampah #GotongRoyong #BaliLestari #BeritaTabanan
#LiputanInfowarga


