TABANAN, LIPUTANINFOWARGA.COM – Sebanyak 15 anggota Paiketan Pemangku Bhakti Yoga Dharma, PSN Kecamatan Selemadeg Timur, melakukan studi banding ke Kelompok Tani Hutan (KTH) Madu Sari, Desa Selabih, Selemadeg Barat, Jumat (6/3/2026). Kunjungan ini dilaksanakan di bawah naungan Yayasan Bhakti Yoga Dharma.
Kegiatan yang dikoordinir oleh Jro Mangku Nyoman Putra ini bertujuan untuk memperluas wawasan kewirausahaan serta mengeksplorasi potensi budidaya lebah madu sebagai alternatif kegiatan produktif di luar rutinitas keagamaan. Kehadiran rombongan disambut oleh pengelola KTH Madu Sari, serta turut hadir jajaran Polsek Selemadeg Barat.
Dalam sesi edukasi, para pinandita menerima pemaparan teknis secara detail dari Ketua KTH Madu Sari, I Nengah Retiyasa. Sebagai praktisi, Retiyasa menekankan bahwa budidaya lebah bukan sekadar penempatan kotak, melainkan manajemen ekosistem yang presisi.
"Keberhasilan produksi madu, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, merupakan hasil sinergi antara pemilihan jenis lebah, lokasi penempatan, ketersediaan vegetasi bunga sebagai pakan, serta intensitas perawatan yang konsisten," jelas Retiyasa saat memaparkan materi di lokasi budidaya.
Peserta diajak melihat langsung proses pemeliharaan hingga teknik pemanenan madu yang higienis guna mempertahankan kemurnian produk.
Selain aspek ekonomi, studi banding ini menonjolkan sisi kesehatan melalui praktik terapi sengat lebah. Praktisi usada alternatif,
I Gede Ariyantana atau yang akrab disapa Nang Indah, mendemonstrasikan metode pengobatan ini kepada para peserta. Terapi tersebut diyakini secara tradisional mampu meningkatkan imunitas tubuh serta melancarkan sirkulasi darah melalui stimulasi saraf dari sengatan lebah pilihan.
![]() |
| Paiketan Pemangku Bhakti Yoga Dharma photo bersama setelah sesi tanya jawab. |
Jro Mangku Nyoman Putra selaku koordinator kegiatan berharap kunjungan ini mampu memberikan motivasi bagi para anggota. Ia mendorong agar pengetahuan budidaya lebah tersebut nantinya dapat diimplementasikan secara nyata sebagai unit usaha.
"Harapan kami, pengetahuan ini menjadi inspirasi nyata bagi para anggota. Kami ingin para pemangku tidak hanya menjadi pilar spiritual bagi umat, tetapi juga berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi kreatif sesuai potensi masing-masing," pungkas Jro Mangku Nyoman Putra. (*)


