UY0EvzZgeEEo4KiQ1NIivy9VYY1PQHFF9n6p7Enr
Bookmark

Jaga Warisan Adiluhung, Desa Adat Bantas Gelar Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026

Kegiatan Bulan Bahasa VIII Tahun 2026 yang diselenggarakan Desa Adat Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, pada Jumat (20/2/2026) bertempat di Wantilan Desa Adat Bantas dengan mengusung tema "Atma Kerti". 

TABANAN, LIPUTANINFOWARGA.COM – Sebagai upaya nyata dalam memuliakan dan melestarikan warisan budaya, Desa Adat Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, sukses menyelenggarakan kegiatan Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026. Acara yang mengusung tema “Atma Kerti” ini berlangsung khidmat pada Jumat (20/2/2026) dengan melibatkan antusiasme tinggi dari seluruh elemen masyarakat.

Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali tetap hidup sebagai identitas jati diri masyarakat di tengah arus modernisasi.

Pelaksanaan Bulan Bahasa Bali kali ini diikuti oleh perwakilan dari delapan Banjar Adat di lingkungan Desa Adat Bantas, yakni: Br. Pucuk, Br. Bantas Bale Agung, Br. Bantas Tengah Kaja, Br. Bantas Tengah Kelod, Br. Gelogor, Br. Bunut Puhun, Br. Mambang Kaja, Br. Mambang Tengah. 

Acara secara resmi dibuka oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Selemadeg Timur, Dewa Ayu Putu Sudewi, yang hadir mewakili Camat Selemadeg Timur. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan moril pemerintah terhadap penguatan budaya di tingkat desa.

"Apresiasi setinggi-tingginya diberikan kepada Desa Adat Bantas atas komitmennya menjaga akar budaya melalui kegiatan yang melibatkan lintas generasi ini," ungkap Dewa Ayu Putu Sudewi dalam sambutannya.

Bendesa Adat Bantas, I Ketut Loka Antara, menjelaskan bahwa kegiatan ini diisi dengan berbagai jenis perlombaan (wimbakara) yang menyasar kelompok usia berbeda, mulai dari tingkat dasar hingga tokoh masyarakat:
Nyurat Aksara Bali peserta Siswa SD (Putra/Putri), Nyurat Lontar peserta Siswa SMP (Putra/Putri), Nyatua Bali Anggota Pakis (Ibu-ibu) dan Pidarta Bahasa Bali peserta Kelihan Adat se-Desa Adat Bantas.

Untuk menjamin objektivitas dan profesional, tim juri didatangkan langsung dari Penyuluh Bahasa Bali Kecamatan Selemadeg Timur. Sebagai bentuk apresiasi, para pemenang mendapatkan piala dan piagam. Menariknya, bagi pemenang kategori pelajar (SD dan SMP), LPD Desa Adat Bantas memberikan stimulus berupa Tabungan Simpel (Simpanan Pelajar) sebesar Rp250.000 sebagai bentuk dukungan dan motivasi terutama peserta pelajar.

Melalui tema Atma Kerti, kegiatan ini diharapkan mampu menyucikan jiwa melalui sastra dan aksara. Kami ingin generasi muda tumbuh dengan rasa bangga akan identitasnya. Melalui lomba-lomba ini, nilai-nilai budaya ditanamkan sejak dini agar mereka tidak kehilangan jati diri sebagai krama Bali," pungkasnya.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Perbekel, Ketua BPD, Kawil, Klian Adat, Kerta Desa, Saba Desa, Kepala Sekolah SDN 1, 2, dan 3, serta didampingi oleh pengamanan dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Pecalang setempat. (*)