UY0EvzZgeEEo4KiQ1NIivy9VYY1PQHFF9n6p7Enr
Bookmark

Perkuat Identitas Budaya dan Ekonomi Lokal, BALA FEST 1 Resmi Dibuka di Penebel

Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga menghadiri sekaligus membuka secara resmi BALA FEST 1, yang dirangkaikan dengan Lomba Baleganjur Ngarap se-Bali dan Bazar UMKM, bertempat di Lapangan Umum Desa Jegu, Penebel, Tabanan, Jumat, (16/1). Kegiatan yang diselenggarakan oleh ST. Yowana Eka Murti. (Foto: Istimewa) 

TABANAN, LIPUTANINFOWARGA.COM – Dalam upaya menjaga eksistensi tradisi di tengah arus modernisasi, Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, secara resmi membuka gelaran BALA FEST 1 pada Jumat (16/1). Bertempat di Lapangan Umum Desa Jegu, Kecamatan Penebel, festival ini mengusung misi ganda: pelestarian seni tradisional Baleganjur dan penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM.

Acara yang diinisiasi oleh Sekehe Teruna (ST) Yowana Eka Murti Baleagung ini dihadiri oleh jajaran anggota DPRD Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan, unsur Forkopimcam Penebel, serta tokoh adat setempat.

Wadah Kreativitas dan Akar Tradisi
Puncak kemeriahan festival ditandai dengan Lomba Baleganjur Ngarap se-Bali. Kompetisi ini bukan sekadar ajang unjuk kebolehan seni tabuh, melainkan menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda untuk mengeksplorasi kreativitas tanpa mencabut akar budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati I Made Dirga menekankan bahwa Baleganjur memiliki filosofi yang mendalam bagi masyarakat Bali.

"Baleganjur bukan sekadar seni tabuh, melainkan identitas budaya yang mencerminkan semangat kebersamaan, disiplin, kreativitas, dan gotong-royong masyarakat Bali, khususnya di Tabanan," ujar Wabup Dirga.

Harmoni Budaya dan Ekonomi
Selain fokus pada aspek seni, BALA FEST 1 juga menghadirkan Bazar UMKM sebagai upaya nyata memperkuat solidaritas sosial dan ekonomi warga. Integrasi antara festival budaya dan pasar rakyat ini dinilai strategis untuk memperkenalkan produk lokal kepada khalayak yang lebih luas.

Langkah ini sejalan dengan visi pembangunan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM). Pemerintah Kabupaten Tabanan menyatakan komitmen penuh untuk terus mendukung kegiatan yang mampu mengawinkan pelestarian budaya dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Keberlanjutan Warisan Leluhur
Penyelenggaraan BALA FEST 1 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial belaka. Wabup Dirga berharap festival ini dapat bertransformasi menjadi agenda tahunan yang ikonik di Tabanan.

"Kami berharap kegiatan ini dilaksanakan secara berkelanjutan dan dikembangkan menjadi agenda budaya yang membanggakan, sekaligus menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial di tengah dinamika zaman," pungkasnya. (*)