![]() |
| Kelian Adat Br. Bantas Bale Agung, I Ketut Darmika, turun langsung ke lokasi untuk meninjau dan mengukur jalur pengrarung Setra Br. Bantas Bale Agung pada Kamis (21/5). |
TABANAN, LIPUTANINFOWARGA.COM – Akses infrastruktur yang layak menuju tempat fasilitas umum terus diperjuangkan demi kenyamanan masyarakat. Merespons aspirasi warga terkait kondisi jalan yang becek dan licin, Jro Klian Adat Banjar Bantas Bale Agung I Ketut Darmika bergerak cepat melakukan pengukuran rencana pembetonan jalan menuju areal pengerarungan adeng di wilayah Setra Banjar Bantas Bale Agung, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur pada Kamis (21/5/2026).
Langkah taktis ini diambil setelah pihak prajuru adat melakukan koordinasi intensif dengan para tokoh masyarakat setempat. Akses jalan ini dinilai sangat vital karena menjadi jalur utama warga dalam melaksanakan prosesi upacara Pitra Yadnya
Jro Klian Adat Banjar Bantas Bale Agung menyampaikan bahwa penataan ini sudah menjadi kebutuhan mendesak bagi krama (warga) banjar. Saat musim hujan atau prosesi upacara berlangsung, kondisi jalan yang ada saat ini kerap menyulitkan warga karena licin dan berlumpur.
"Kami menyikapi serius aspirasi dari masyarakat Banjar Bantas Bale Agung. Setelah berkoordinasi dengan para tokoh, hari ini langsung kami lakukan pengukuran di lapangan agar penataan dan pembetonan jalan ini bisa segera terealisasi," ujarnya di sela-sela kegiatan pengukuran.
Berdasarkan hasil pengukuran langsung di lokasi, akses jalan yang akan dibeton memiliki panjang 146 meter dengan variasi lebar antara 1,5 meter hingga 2 meter. Sementara untuk spesifikasi teknisnya, ketebalan beton direncanakan setebal 10 centimeter agar memiliki daya tahan yang baik dan aman saat dilalui warga yang mengusung sarana upacara.
Dengan dimulainya tahap pengukuran ini, pihak adat bersama tokoh masyarakat berharap proses pembetonan dapat berjalan lancar dalam waktu dekat. Penataan ini diharapkan mampu memberikan kenyamanan, keamanan, serta kelancaran bagi krama Banjar Bantas Bale Agung dalam menjalankan swadarma keagamaan, khususnya saat melaksanakan upacara Pitra Yadnya. (*)

