![]() |
| Proses ngruak Selasa (28/4), rencana pembangunan wantilan Pura Luhur Dadya Agung Pasek Kubayan, Br. Bendul, Desa Wingaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan. |
TABANAN, LIPUTANINFOWARGA.COM – Pembangunan sarana pendukung keagamaan di Pura Luhur Dadia Agung Pasek Kubayan Br. Bendul, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan resmi dimulai. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan prosesi adat Ngruak dan Mejaya-jaya yang berlangsung pada Selasa (28/4/2026). Ritual ini merupakan langkah awal pembangunan gedung wantilan multifungsi di atas lahan seluas 4 are yang terletak di area luar pura.
Pembangunan wantilan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan fasilitas penunjang umat dalam melaksanakan kegiatan keagamaan. Berdasarkan rencana pembangunan, gedung ini akan difungsikan sebagai:
* Stage (Panggung): Tempat pementasan seni tari atau kegiatan seremonial.
* Dapur dan Gudang: Fasilitas logistik untuk keperluan upacara.
* Fasilitas Sanitasi: Pembangunan toilet dan sistem pembuangan sampah yang terintegrasi.
Langkah ini diambil sebagai bentuk pengembangan infrastruktur pura yang tetap mengedepankan aspek kebersihan dan ketertiban lingkungan melalui penyediaan tempat sampah yang representatif.
Untuk memantapkan komitmen seluruh jajaran kepanitiaan, dilaksanakan upacara Mejaya-jaya yang dipuput oleh Ida Pandita Samu dari Gianyar. Ritual ini bertujuan agar para panitia diberikan kekuatan spiritual (taksu) serta perlindungan dari Ida Sanghyang Widhi Wasa dan leluhur selama mengemban tugas pembangunan.
Setelah prosesi niskala tersebut, I Ketut Supardi selaku pemimpin rapat koordinasi panitia langsung mengarahkan agenda teknis. Fokus utama koordinasi meliputi:
1. Finalisasi desain arsitektur dan fungsi teknis bangunan.
2. Perencanaan anggaran biaya secara detail.
3. Strategi penggalian dana guna memastikan kelancaran finansial proyek.
Terkait linimasa konstruksi, Mangku Gede Pura Luhur Dadia Agung Pasek Kubayan menjelaskan bahwa secara administratif dan spiritual, pembangunan sudah bisa dieksekusi.
"Jadwal pengerjaan kapan saja bisa dilaksanakan dan dilanjutkan karena prosesi ngruak sudah selesai dilaksanakan," ujar Mangku Gede setelah acara koordinasi.
Dengan tuntasnya tahapan awal ini, pihak panitia mengharapkan dukungan penuh dari seluruh pengempon Pura di seluruh Bali. Mengingat pembangunan wantilan ini diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp1,5 miliar hingga tahap penyelesaian (finishing), dukungan tersebut diharapkan dapat memastikan proyek berjalan tepat waktu sesuai rencana.
Di sisi lain, panitia pembangunan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para semeton yang telah berpartisipasi melalui dana punia demi kelancaran pembangunan wantilan tersebut. (*)

