UY0EvzZgeEEo4KiQ1NIivy9VYY1PQHFF9n6p7Enr
Bookmark

Jaga Kelestarian Budaya, Sekaa Tabuh Anak-Anak Banjar Bantas Bale Agung Gelar Persembahyangan Bersama

Sekaa Tabuh Anak-Anak Banjar Bantas Bale Agung melaksanakan persembahyangan bersama dan prosesi matur piuning di Padmasana Bale Banjar pada Kamis (2/4), guna memohon keselamatan serta kelancaran dalam proses belajar.

TABANAN, LIPUTANINFOWARGA.COM– Puluhan anak-anak yang tergabung dalam kelompok (Sekaa) Tabuh Banjar Bantas Bale Agung, Desa Bantas, melaksanakan prosesi matur piuning dan persembahyangan bersama pada Kamis (2/4/2026). Ritual yang dipusatkan di Bale Banjar setempat ini menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan pelestarian seni budaya bagi generasi muda di wilayah tersebut.

Acara persembahyangan tersebut dikoordinir langsung oleh Klian Adat Banjar Bantas Bale Agung, I Ketut Darmika, dengan dipandu oleh Pemangku Bale Banjar. Prosesi ini diikuti dengan khidmat oleh seluruh anggota sekaa yang antusias mengikuti program latihan megambel (menabuh).

Memohon Kelancaran dan Restu Leluhur
Tujuan utama dari persembahyangan ini adalah untuk memohon kerahayuan (keselamatan) serta kelancaran selama proses belajar mengajar seni tabuh berlangsung. Dengan memanjatkan doa kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, para peserta diharapkan mendapatkan tuntunan spiritual agar lebih mudah menyerap ilmu pengetahuan menabuh serta mampu menjaga keharmonisan antaranggota kelompok.

"Ini adalah bentuk komitmen kami untuk menjaga warisan leluhur sejak dini. Melalui persembahyangan ini, kami memohon restu agar seluruh proses latihan berjalan tanpa hambatan," ujar pihak penyelenggara di sela-sela kegiatan.

Regenerasi Seniman Muda
Kegiatan latihan rutin ini berada di bawah pembinaan tokoh muda dan warga setempat, yakni Wayan Dita dan Hendra. Keduanya berperan aktif dalam memastikan regenerasi seniman tabuh di Banjar Bantas Bale Agung tetap berjalan secara berkelanjutan.

Dalam teknis pelatihannya, para pembina menekankan pada:
* Penguasaan Teknik Dasar: Memastikan anak-anak memiliki fondasi menabuh yang benar.
* Kedisiplinan: Membentuk karakter seniman yang bertanggung jawab.
* Keharmonisan: Menjaga kekompakan antarpenabuh.

Semangat yang ditunjukkan oleh anak-anak ini menjadi sinyal positif bagi masa depan seni pertunjukan tradisional di Tabanan. Melalui perpaduan antara disiplin latihan dan landasan spiritual, Banjar Bantas Bale Agung optimis dapat mencetak generasi penerus yang kompeten dalam menjaga identitas budaya Bali. (*)