![]() |
| Suasana aktivitas operasional di kantor BUMDesma Selemadeg LKD, Kabupaten Tabanan. Penataan ulang ruang kerja dilakukan untuk mengoptimalkan pelayanan unit dana bergulir dan kenyamanan nasabah. |
TABANAN, LIPUTANINFOWARGA.COM – BUMDesma Selemadeg LKD resmi menata ulang ruang operasional kantornya dengan memindahkan pusat pelayanan ke lantai dua. Langkah strategis ini diambil guna meningkatkan efisiensi operasional unit dana bergulir sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman dan representatif bagi para pegawai.
Direktur BUMDesma Selemadeg, I Made Sumaja, menyampaikan bahwa pemisahan area operasional ini bertujuan untuk mengoptimalkan alur pelayanan masyarakat. Area lantai bawah kini difokuskan sepenuhnya sebagai ruang lobi serta minimarket yang melayani kebutuhan harian, pembayaran pulsa, listrik, PDAM, hingga BPJS.
"Penataan ruang ini dilakukan agar pelayanan unit dana bergulir lebih terfokus di lantai dua, sementara lantai dasar tetap berjalan maksimal sebagai pusat layanan harian dan transaksi masyarakat," ujar Made Sumaja.
Dalam penguatannya terhadap perekonomian lokal, unit dana bergulir BUMDesma Selemadeg memprioritaskan penyaluran modal usaha tanpa agunan bagi kelompok usaha warga. Manajer Dana Bergulir BUMDesma Selemadeg, Ni Wayan Wahyu Damayanti, menjelaskan bahwa program pembiayaan ini telah berhasil memberdayakan 180 kelompok usaha yang mayoritas bergerak di sektor perdagangan.
Program bantuan modal ini diperuntukkan bagi kelompok usaha yang beranggotakan 3 hingga 10 orang. Pada tahap awal, setiap anggota berhak mengajukan plafon pinjaman sebesar Rp5 juta, yang dapat ditingkatkan secara bertahap hingga maksimal Rp20 juta per orang. Skema pembiayaan ini menawarkan suku bunga tetap sebesar 1,5 persen dengan jangka waktu pengembalian hingga 3 tahun.
Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran dan meminimalkan risiko, penetapan penerima dana wajib melalui analisis kelayakan usaha, penilaian formal, serta survei lapangan. Proses verifikasi ini melibatkan kerja sama lintas pihak, termasuk Kaur Kewilayahan, Ketua PKK, dan Perbekel dari masing-masing desa.
Made Sumaja menegaskan bahwa keberhasilan penyerapan dan pengelolaan dana bergulir ini tidak lepas dari sinergi yang kuat antara pengelola BUMDesma dan pemerintah desa setempat dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. (*)

