UY0EvzZgeEEo4KiQ1NIivy9VYY1PQHFF9n6p7Enr
Bookmark

Semangat Gotong Royong Hari Tumpek Wayang, Forkopimcam Selemadeg Timur Bersihkan Jalur Utama Denpasar–Gilimanuk

Dalam rangka Tumpek Wayang Forkopimcam Selemadeg Timur bersama warga Banjar Bantas Bale Agung, Desa Bantas, menggelar aksi kerja bakti pembersihan sampah Jumat (9/10) di sepanjang jalur jalan kembar Denpasar–Gilimanuk.

TABANAN, LIPUTANINFOWARGA.COM – Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Selemadeg Timur bersama warga Banjar Bantas Bale Agung, Desa Bantas, menggelar aksi kerja bakti pembersihan sampah di sepanjang jalur jalan kembar Denpasar–Gilimanuk pada Jumat (9/10/2026). Kegiatan gotong royong ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari suci Tumpek Wayang.

Aksi lingkungan tersebut digagas melalui kolaborasi sinergis antara Klian Adat Banjar Bantas Bale Agung, Ketut Darmika, dengan Camat Selemadeg Timur, I Wayan Sudarya. Bersama aparatur kecamatan, unsur Polri, dan warga setempat, mereka bergotong royong menyisir serta membersihkan sisa-sisa sampah plastik dan organik yang berada di pinggir jalan raya nasional tersebut.

Pembersihan lingkungan ini dilakukan sebagai bentuk pemaknaan nyata (sekala) dari ajaran Tumpek Wayang. Dalam tradisi umat Hindu, Tumpek Wayang merupakan hari suci pemujaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam manifestasi-Nya sebagai Shiva Rudra, yakni simbol pelebur kegelapan, penyucian jiwa, dan penyirnaan sifat-sifat keraksasaan (adharmika).

Sesuai filosofi ajaran tersebut, proses penyucian tidak hanya dilakukan secara spiritual (niskala) melalui ritual melukat atau pembersihan diri, tetapi juga diwujudkan secara nyata (sekala) melalui tindakan peduli lingkungan. Menjaga kebersihan alam sekitar dari sampah dinilai sebagai langkah konkret untuk menciptakan keharmonisan dan keseimbangan alam (Tri Hita Karana).

Melalui kegiatan kerja bakti ini, pihak penyelenggara berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan hidup—khususnya di area publik dan jalur lalu lintas utama—dapat terus meningkat, sekaligus melestarikan tradisi gotong royong di tengah masyarakat. (*)