UY0EvzZgeEEo4KiQ1NIivy9VYY1PQHFF9n6p7Enr
Bookmark

Pemlaspasan Petapakan Ida Bhatara Ratu Gede dan Ratu Ayu di Bale Banjar Satusan Kaja Selemadeg

Jro Mangku Andre, Pemangku Petapakan Ida Bhatara Ratu Gede dan Ratu Ayu memimpin acara persembahyangan bersama para Kamis, (24/8) di Banjar Satusan Kaja, Desa Selemadeg, Tabanan.

TABANAN, LIPUTANINFOWARGA.COM — Krama Banjar Satusan Kaja menggelar upacara pemlaspasan petapakan Ida Bhatara Ratu Gede dan Ratu Ayu di Bale Banjar Satusan Kaja, Selemadeg pada Kamis (24/9/2026). Upacara penyucian ini dilaksanakan setelah selesainya prosesi ngodak atau perbaikan yang didanai secara swadaya oleh warga setempat.

Nantinya puncak ritual pemlaspasan dipuput oleh Ida Rsi Yoga Sidhi Bang Pinatih dari Griya Agung Bang Pinatih, Padang Sambian, Denpasar. Upacara mlaspas ini menandai kembalinya kesucian petapakan secara sakral setelah melalui tahap pemugaran fisik.

Ketua Panitia, I Nyoman Santika, menjelaskan bahwa keberadaan petapakan Ida Bhatara memiliki nilai sejarah spiritual. Keberadaannya telah ada sejak tahun 1936 dan di-empon  bersama oleh krama Banjar Bale Agung (100 KK) dan Banjar Selemadeg Kaja (100).

Ketua Panitia I Nyoman Santika (tengah) bersama Pejuru Banjar di depan Pelinggih Petapakan Ida Bhatara Ratu Gede dan Ratu Ayu.

Sejarah berdirinya petapakan ini bermula dari fenomena spiritual pada era 1930-an. Saat itu, para pemuda desa memainkan permainan barong-barongan sederhana dari tempurung kelapa dan daun enau (ambu). Meskipun berawal dari permainan, para pemuda tersebut mengalami kerauhan. Atas petunjuk niskala dan arahan para tokoh desa, disepakati untuk menyucikan dan nangiang petapakan Ida Bhatara Ratu Gede dan Ratu Ayu. Pujawali petapakan Ida Bhatara Ratu Gede dan Ratu Ayu bertepatan dengan rahina suci Tumpek Wayang.

Bendesa Adat Selemadeg, Ida Bagus Kade Antara (berdiri) setelah memberikan sambutan.

Sementara Bendesa Adat Selemadeg, Ida Bagus Kade Antara, menyampaikan bahwa seluruh pembiayaan ngodak bersumber dari semangat gotong royong warga. Setiap krama dikenakan iuran sebesar Rp1 juta yang dihimpun secara bertahap melalui cicilan Rp100 ribu per bulan.

Bupati Tabanan photo bersama dengan Pinandita, Panitia dan Krama Pengayah pada kesempatan tersebut Perwakilan Masyarakat mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Upacara ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah dan tokoh masyarakat. Hadir dalam acara tersebut Bupati Tabanan beserta jajaran, unsur Forkopincam Selemadeg, Perwakilan Anggota DPR RI, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, serta perwakilan dari Wali Kota Denpasar.

Turut mendampingi prosesi upacara, yakni Pemangku Petapakan Jro Mangku Andre, Klian Adat Satusan Kaja Made Sunarta, Klian Adat Bale Agung I Ketut Satug, Klian Adat Selemadeg Kaja I Made Parwata, Perbekel Desa Selemadeg I Wayan Arsa Wikanta serta tokoh masyarakat setempat. (*)