![]() |
TABANAN, LIPUTANINFOWARGA.COM – Mengombinasikan aktivitas olahraga ringan dan evaluasi infrastruktur, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya memimpin aksi gowes bersama komunitas menyusuri sudut-sudut wilayah perkotaan pada Jumat (4/9). Rute gowes yang dimulai dan berakhir di Kantor Bupati Tabanan ini melintasi Koridor Jalan Gajah Mada, Kawasan Taman Bung Karno, Lapangan Alit Saputra, hingga Taman Perjuangan Singasana. Dari atas pedal sepeda, jajaran Pemkab Tabanan memantau langsung dinamika tata ruang publik dan progres pembangunan fasilitas kota secara lebih detail.
Dalam peninjauan lapangan yang didampingi Sekretaris Daerah, para Asisten, dan jimpinan Perangkat Daerah terkait tersebut, fokus utama tertuju pada proyek pembangunan Taman Tugu Singasana. Ikon baru berkonsep ruang publik ini berdiri di atas lahan aset Pemkab Tabanan seluas sekitar 10 are.
Bupati Sanjaya menjelaskan bahwa konstruksi Tugu Singasana dirancang secara terpadu untuk merangkum perjalanan sejarah, realitas saat ini, hingga proyeksi masa depan Kabupaten Tabanan. Bangunan fisik tugu setinggi total 31 meter tersebut mengusung filosofi Aman, Unggul, dan Madani yang terbagi dalam tiga tingkatan bangunan.
“Kita bangun Singasana ini untuk masyarakat Tabanan. Di dalam Tugu Singasana ada tiga ruang. Ruang pertama berisi relief sejarah Tabanan masa lalu, ruang kedua menggambarkan Tabanan masa kini, dan ruang terakhir memuat narasi visi-misi Tabanan 100 tahun ke depan,” ujar Sanjaya di sela-sela peninjauan.
Secara teknis, tugu ini terdiri atas tiga tingkatan utama berukuran masing-masing 10 meter, ditambah ornamen bagian puncak setinggi satu meter sebagai simbol harmoni dengan alam semesta. Penjumlahan ini menghasilkan angka filosofis 31 (3+1=4) yang melambangkan empat kaki Singasana atau takhta pemerintahan Kabupaten Tabanan.
Lokasi pembangunan tugu juga berdiri di atas tapak bersejarah yang dahulunya merupakan eks-Tangsi Belanda tempat penyimpanan senjata pada era perang kemerdekaan. Karena itu, penataan kawasan ini ditujukan untuk merawat ingatan kolektif masyarakat atas nilai-nilai perjuangan lokal.
Hingga awal September, progres fisik pengerjaan Taman Tugu Singasana telah mencatatkan realisasi sebesar 30 persen. Seniman pembuat relief, Wayan Endra, mengonfirmasi bahwa karya seni dinding yang digarapnya mengusung narasi pahlawan rakyat Bali dari wilayah pesisir hingga pertempuran Margarana. Pembuatan relief ini ditargetkan tuntas sepenuhnya pada Oktober mendatang.
Di lokasi terpisah di sekitar Lapangan Alit Saputra, kontraktor pelaksana CV Ari Mustika melaporkan bahwa pengerjaan fasilitas penunjang Taman Bunda PAUD telah mencapai 11 persen, dengan estimasi penyelesaian pada Desember mendatang. Pemkab Tabanan berencana melanjutkan pengawasan berkala terhadap seluruh paket penataan kota, mencakup perbaikan Patung Catur Muka, Lapangan Alit Saputra, hingga integrasi Taman Perjuangan Singasana agar selesai tepat waktu dan berdaya guna bagi publik. (*)
#KabupatenTabanan #BupatiTabanan #PenataanKotaSingasana #TuguSingasana #InfrastrukturTabanan #GowesKomunitas #RuangPublikTabanan #BeritaTabanan

