UY0EvzZgeEEo4KiQ1NIivy9VYY1PQHFF9n6p7Enr
Bookmark

Perkuat Pengelolaan Sampah dan Penataan Lingkungan, Ketua TP PKK Tabanan Tinjau Desa Beraban dan SMPN 3 Kediri

Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, memberikan arahan mengenai penataan kawasan pemukiman warga saat meninjau kesiapan program AKU Hatinya PKK dan Lomba Telajakan di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan. Dalam rangkaian kunjungan tersebut, rombongan juga meninjau implementasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) melalui inovasi Simponi di SMP Negeri 3 Kediri. (Foto: Istimewa) 

​TABANAN, LIPUTANINFOWARGA.COM – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, melakukan kunjungan kerja ke Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Kunjungan ini difokuskan pada peninjauan kesiapan program lingkungan masyarakat serta edukasi pengelolaan sampah berbasis sekolah.

​Dalam peninjauan di Banjar Sinjuana dan Banjar Dukuh, Bunda Rai memantau langsung pelaksanaan program Amalkan dan Lestari Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman (AKU Hatinya PKK) serta Lomba Telajakan tingkat desa. Saat menyambangi salah satu kediaman warga, beliau memberikan arahan strategis terkait penataan lingkungan pemukiman.

​“Kebersihannya sudah dilakukan dengan baik, tinggal bagaimana penataannya bisa dibuat lebih tertata lagi,” ujar Rai Wahyuni di sela-sela peninjauannya.

​Usai memantau kawasan pemukiman, rombongan TP PKK Tabanan melanjutkan agenda menuju SMP Negeri 3 Kediri untuk meninjau implementasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS). Di sekolah tersebut, sistem penanganan limbah telah diintegrasikan melalui inovasi berlabel Simponi (Sistem Pengelolaan Sampah Organik Non-Organik Inovatif) yang didukung oleh gerakan kebersihan bertajuk Slogan ASA (Ada Sampah Ambil).

​Kepala SMPN 3 Kediri, Sarwa Edy, menjelaskan bahwa konsep Simponi diadopsi dari filosofi harmoni seni musik. Pendekatan ini mengedepankan kolaborasi aktif dari seluruh elemen kelembagaan dan masyarakat sekitar.

​"Sistem pengelolaan sampah di sekolah kami melibatkan berbagai unsur, mulai dari murid, guru, dan pegawai, hingga ekosistem lingkungan luar seperti Banjar Adat dan Desa Dinas," jelas Sarwa Edy.

​Kunjungan lapangan ini diharapkan dapat memperkuat integrasi antara program pemberdayaan masyarakat di tingkat desa dengan edukasi kelestarian lingkungan di lembaga pendidikan wilayah Tabanan. (*)