![]() |
| Pelepasliaran ratusan tukik di Pantai Batu Mejan, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat acara ini diselenggarakan oleh Bali Bali Turtle Conservation Farm pada Kamis (16/7). |
TABANAN, LIPUTANINFOWARGA.COM – Sebagai langkah nyata dalam menjaga kelestarian biota laut dan meningkatkan populasi penyu yang kini berada di ambang kepunahan, Bali Turtle Conservation Farm menggelar aksi lingkungan di Pantai Batu Mejan, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, Bali, pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini meliputi pelepasliaran sekitar 300 ekor tukik (anak penyu) serta aksi bersih-bersih pantai.
![]() |
| Ratusan tukik dilepas di Pantai Batu Mejan, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat. |
Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 WITA tersebut diinisiasi secara swadaya oleh Ketua Asosiasi Kelompok Pelestari Penyu Bali, I Gede Sastra Kumala Putra. Gerakan mandiri ini menjadi bukti kepedulian masyarakat lokal yang tinggi terhadap ekosistem pesisir Bali. Lancarnya kegiatan dipandu oleh Jro Mangku Andre (Pinandita Ganesh Pratama).
Sebelum ratusan tukik dilepas ke habitat aslinya, rangkaian acara diawali dengan persembahyangan bersama demi kelancaran kegiatan serta keselamatan biota laut yang akan dilepaskan. Setelah prosesi persembahyangan tersebut, para undangan dan peserta yang hadir secara bersama-sama ikut serta melepaskan tukik ke tepi pantai.
Aksi peduli lingkungan ini mendapat dukungan luas dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari jajaran pemerintahan, tokoh agama, lembaga swadaya, hingga institusi pendidikan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Camat Selemadeg Barat, Kapolsek Selemadeg Barat, Ketua PHDI Tabanan, serta Perbekel Desa Lalanglinggah.
![]() |
| Jro Mangku Andre (tengah), Ketua Pinandita Ganesh Pratama turut mengkoordinir kegiatan. |
Kehadiran tokoh adat dan agama seperti Ida Pandita Mpu Sri Ampadan, Pinandita Ganesh Pratama, Romo Cipta, Bandesa Adat Surabrata, serta Kepala Kewilayahan Banjar Dinas Surabrata dan Banjar Kutuh semakin memperkuat nuansa sinergi lokal dalam pelestarian ini.
Dukungan pengamanan dan kepemudaan juga datang dari Jaga Baya Dulang Mangap dan Yayasan Bima Sakti. Tidak ketinggalan, generasi muda dari SMP Negeri 1 Selemadeg Barat dan SD Negeri 1 Lalanglinggah Selemadeg Barat turut dilibatkan aktif, berdampingan dengan seluruh anggota Bali Turtle Conservation Farm yang mengawal jalannya acara.
Melalui kegiatan terintegrasi antara pelepasan satwa dan pembersihan sampah di area pantai, diharapkan kesadaran masyarakat—khususnya generasi muda—terhadap pentingnya menjaga kebersihan pesisir dan melindungi satwa dilindungi dapat terus meningkat demi keberlanjutan masa depan pariwisata dan alam Bali. (*)



