PENEBEL, LIPUTANINFOWARGA.COM – Upaya mewujudkan sarana prasarana persembahyangan yang representatif terus menunjukkan progres positif. Panitia pembangunan wantilan Pura Dadia Agung Pasek Kubayan di Banjar Bendul, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, terus memacu percepatan pengerjaan fisik di lapangan.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Rabu (15/7/2026), proses pembangunan kini telah memasuki tahapan lanjutan. Sejumlah pekerja konstruksi tampak sibuk melakukan perakitan dan pengikatan besi untuk struktur ring pertama bangunan. Guna memastikan kualitas dan spesifikasi teknis berjalan sesuai dengan standar yang direncanakan, seluruh proses pengerjaan mendapat pengawasan ketat dari jajaran panitia pembangunan.
Sekretaris Panitia Pembangunan, Ketut Supardi, di sela-sela kegiatan memantau pekerja dan berkoordinasi dengan pengurus lainnya, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas soliditas yang ditunjukkan oleh Semeton Pasek Kubayan.
![]() |
| Pekerja konstruksi tampak melakukan perakitan dan pengikatan besi untuk struktur ring pertama bangunan. (Foto: Istimewa) |
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala bentuk dukungan dari semeton sami. Baik yang telah menyumbangkan tenaga, pikiran, maupun materi. Melalui gotong royong dan kontribusi nyata ini, pembangunan sarana ini dapat berjalan lancar secara bertahap," ujar Ketut Supardi.
Keberadaan wantilan serbaguna ini memang menjadi salah satu fasilitas yang sangat dinantikan oleh krama Semeton Pasek Kubayan. Wantilan ini dirancang dengan konsep multifungsi untuk mendukung kelancaran berbagai aktivitas adat dan keagamaan.
![]() |
| Wantilan Pura Dadia Agung Pasek Kubayan dalam tahap pembangunan. (Foto: Istimewa) |
Pada bagian struktur utama di lantai atas, wantilan ini akan difungsikan sebagai aula utama, panggung terbuka, ruang pesandekan (tempat peristirahatan sementara), ruang rias, serta dilengkapi fasilitas toilet khusus yang diperuntukkan bagi Sulinggih dan Pemangku.
Sementara itu, untuk mengoptimalkan tata ruang, bagian bawah atau basement bangunan akan dialokasikan sebagai area operasional dan logistik upacara. Area tersebut mencakup dapur, gudang penyimpanan alat dan bahan, ruang pebat (tempat persiapan sarana upakara), ruang saji, toilet untuk umum, hingga sistem tempat pembuangan sampah terpadu agar kebersihan lingkungan pura tetap terjaga.
Dengan pengawasan yang intensif serta dukungan swadaya dari semeton, pihak panitia optimistis proyek pembangunan fasilitas keagamaan ini dapat rampung tepat waktu demi kenyamanan krama dalam menjalankan swadharma keagamaan. (*)



