UY0EvzZgeEEo4KiQ1NIivy9VYY1PQHFF9n6p7Enr
Bookmark

Giri Prasta Dorong Transformasi Ekonomi Kerthi Bali dan Penguatan Investasi Satu Pintu

Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, Rapat Konsultasi bersama Wakil Ketua DPD RI Bidang Otonomi Daerah, Politik, dan Hukum, anggota DPD RI, serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang berlangsung Kamis (2/7) di The Meru Sanur. (Foto: Istimewa) 

DENPASAR, LIPUTANINFOWARGA.COM – Pemerintah Provinsi Bali tengah mempercepat transformasi struktur ekonomi daerah guna mendongkrak daya saing dan menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif. Langkah strategis ini diwujudkan melalui implementasi konsep Ekonomi Kerthi Bali yang mengintegrasikan penguatan ekosistem investasi satu pintu dengan akselerasi digital.

Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, dalam Rapat Konsultasi bersama Wakil Ketua DPD RI Bidang Otonomi Daerah, Politik, dan Hukum, anggota DPD RI, serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang berlangsung di The Meru Sanur, Denpasar, Kamis (2/7/2026).

Dari kacamata makroekonomi, ketergantungan Bali yang terlampau tinggi pada sektor pariwisata konvensional rentan terhadap guncangan eksternal. Oleh karena itu, kebijakan ini diarahkan untuk melakukan diversifikasi sekaligus penataan ulang (transformasi) struktur ekonomi agar lebih tangguh dan berkelanjutan.

Pemetaan Sektor Prioritas dan Sinergi Investasi
Giri Prasta menjelaskan bahwa untuk menarik modal masuk, Pemerintah Provinsi Bali kini fokus melakukan pemetaan peluang pada sejumlah sektor prioritas yang saling bersinergi. Sektor-sektor tersebut dinilai memiliki nilai tambah tinggi (high value-added) serta mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.

Berikut adalah fokus arah investasi baru yang menjadi pilar ekonomi Bali:

  • Pertanian Organik: Mendorong kemandirian pangan sekaligus menyuplai kebutuhan industri hospitality secara berkelanjutan.
  • Energi Bersih: Mempercepat target "Bali Mandiri Energi" berbasis infrastruktur ramah lingkungan.
  • Industri Berbasis Budaya & Branding Bali: Meningkatkan nilai jual produk lokal di pasar global.
  • Ekonomi Digital & Kreatif: Memfasilitasi pertumbuhan startup dan pekerja kreatif sebagai motor ekonomi baru.
  • Pariwisata Budaya & Wellness Tourism: Menggeser orientasi kuantitas (mass tourism) menjadi pariwisata yang berkualitas dan bermartabat.

"Sektor-sektor ini harus saling bersinergi dan berkolaborasi. Tujuannya jelas, untuk mewujudkan perekonomian daerah yang unggul dan pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat," ujar Giri Prasta.

Penguatan Sistem Satu Pintu dan Kolaborasi Vertikal
Guna memangkas hambatan birokrasi yang kerap menjadi momok bagi investor, Pemprov Bali berkomitmen memperkuat sistem investasi satu pintu. Upaya ini dikombinasikan dengan digitalisasi perizinan guna menciptakan proses yang transparan, cepat, dan akuntabel.

Di sisi lain, akselerasi ini tidak dilakukan sendiri. Pemprov Bali secara aktif membangun kolaborasi dengan berbagai institusi vertikal di tingkat provinsi serta pemerintah pusat. Sinergi ini diharapkan dapat menyelaraskan regulasi daerah dengan kebijakan nasional, sehingga kepastian hukum bagi para pelaku usaha dapat terjamin.

Melalui strategi penajaman daya saing dan pariwisata yang berkualitas tinggi, Bali tidak hanya memosisikan diri sebagai destinasi liburan global, melainkan juga sebagai hub investasi hijau dan digital yang menjanjikan di kawasan Indonesia Timur. (*)