![]() |
Ketua TP PKK Tabanan kunjungi penebel pada Rabu (6/5) dan salurkan paket sembako untuk 90 penerima. (Foto: Istimewa) |
TABANAN, LIPUTANINFOWARGA.COM – Sebagai wujud nyata kepedulian sosial terhadap masyarakat rentan, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, kembali melakukan aksi turun lapangan. Setelah menyasar Kecamatan Kerambitan, kali ini giliran Desa Buruan, Kecamatan Penebel, yang menjadi titik fokus penyaluran bantuan pada Rabu (6/5/2026).
Kegiatan ini menargetkan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus. Sebanyak 90 penerima manfaat utama menerima paket bantuan, yang terdiri dari: 10 Ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK), 20 lansia, 15 penyandang disabilitas, 15 balita dengan gizi kurang, kader PKK kurang mampu.
Selain itu, perhatian juga diberikan kepada 6 penderita kanker dan pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi 100 anak PAUD. Tidak hanya bahan pangan, Bunda Rai—sapaan akrab Ny. Rai Wahyuni Sanjaya—juga menyerahkan alat bantu kesehatan berupa: 1 alat bantu dengar, 1 kursi roda, 3 tripod (tongkat penyangga), 4 walker (alat bantu jalan).
Setiap paket sembako yang disalurkan mencakup kebutuhan nutrisi dasar, seperti 20 kg beras, susu (kalsium, ibu hamil, dan balita), kacang hijau, telur, hingga minyak goreng.
Dalam arahannya, Bunda Rai menekankan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat bukan sekadar memberikan materi, melainkan untuk membangun ikatan emosional dan memberikan semangat.
"Tujuan kami datang untuk memberikan perhatian dan sedikit bantuan. Jangan dilihat besarannya, tetapi ini sebagai bentuk kepedulian agar bapak dan ibu tetap bersemangat dan berbahagia. Ini adalah bentuk jalinan silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat," tegasnya.
Selain isu kesehatan dan sosial, Bunda Rai juga menaruh perhatian serius pada isu lingkungan melalui program Duta Padas (Palemahan Kedas). Ia mengajak para ibu rumah tangga untuk menjadi garda terdepan dalam pengelolaan sampah berbasis sumber. Menurutnya, pemilahan sampah dari rumah adalah langkah kecil yang berdampak besar bagi kelestarian alam Tabanan.
"Jika tidak ada sinergi masyarakat dan pemerintah, masalah sampah ini bisa menjadi bencana. Mari kita atasi dari sumbernya," tambahnya.
Aksi sosial ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menjaga kesejahteraan masyarakat pasca-pandemi dan di tengah tantangan ekonomi global. Dengan menyasar ibu hamil KEK dan balita gizi kurang, TP PKK Tabanan secara tidak langsung sedang berupaya menekan angka stunting di wilayah tersebut. Sinergi antara pemenuhan gizi, bantuan disabilitas, dan kesadaran lingkungan menjadi potret utuh strategi pembangunan sosial yang inklusif di tingkat desa. (*)

