![]() |
| Rapat koordinasi panitia pembangunan di Wantilan Pura Dadia Agung Pasek Kubayan Br. Bendul, Desa Wongaye Gede, Kecamatan Penebel pada Selasa (5/5). |
PENEBEL, LIPUTANINFOWARGA.COM – Panitia Pembangunan Pura Dadia Agung Pasek Kubayan menggelar rapat koordinasi intensif guna mematangkan rencana konstruksi fisik, khususnya pembangunan fasilitas wantilan. Pertemuan yang berlangsung pada Selasa (5/5/2026) ini bertujuan untuk menyelaraskan desain bangunan dengan efektivitas anggaran serta teknis pelaksanaan di lapangan.
Rapat dibuka oleh Sekretaris Panitia Pembangunan, Ketut Supardi. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang agar proses pembangunan dapat berjalan secara efektif dan efisien tanpa mengurangi kualitas bangunan yang dihasilkan.
Dalam sesi pemaparan, panitia perencana menyajikan detail desain wantilan yang diproyeksikan menjadi pusat aktivitas bagi warga dan umat. Bangunan tersebut dirancang untuk multifungsi dengan mencakup beberapa fasilitas utama, di antaranya panggung (stage) untuk keperluan seni dan upacara, area dapur dan gudang guna mendukung logistik, serta fasilitas sanitasi berupa kamar mandi yang memadai.
Selain itu, panitia juga memberikan perhatian khusus pada aspek lingkungan dengan menyertakan area tempat pembuangan sampah dalam denah bangunan. Hal ini dilakukan sebagai komitmen untuk menjaga keasrian dan kebersihan lingkungan pura secara berkelanjutan.
Rancangan tersebut mendapat sambutan positif dari tokoh agama setempat. Jro Mangku Gede secara resmi memberikan restu atas desain yang dipaparkan dan menyerahkan sepenuhnya teknis pelaksanaan kepada jajaran panitia. Beliau berharap proses pembangunan ini menjadi sarana pemersatu warga dan berjalan lancar demi kepentingan bersama.
Menyadari skala proyek yang cukup besar, panitia perencana telah merumuskan strategi khusus untuk memastikan keberlanjutan keuangan organisasi. Terdapat tiga poin utama yang disepakati untuk menekan biaya tanpa mengorbankan standar konstruksi:
1. Pembangunan Berbasis Skala Prioritas: Konstruksi wantilan akan dilaksanakan secara bertahap, mendahulukan bagian-bagian yang paling mendesak.
2. Optimalisasi Gotong Royong: Untuk meminimalkan biaya tenaga kerja, panitia akan menggerakkan sistem *ngayah* atau partisipasi aktif warga dalam pengerjaan fisik bangunan.
3. Pengawasan Material yang Ketat Pengadaan bahan bangunan akan dilakukan dengan pengawasan ketat guna mendapatkan harga ekonomis namun tetap menjamin mutu material yang berkualitas.
Langkah-langkah strategis ini diambil agar progres pembangunan tetap berjalan stabil dan terukur, sekaligus memastikan beban finansial tetap berada dalam batas kemampuan kolektif organisasi. (*)

