![]() |
| Rapat krama Banjar Bantas Bale Agung Minggu (24/5) di Bale Banjar setempat. |
TABANAN, LIPUTANINFOWARGA.COM – Krama Banjar Bantas Bale Agung, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur (Seltim) menggelar rapat koordinasi (paruman) rutin di Bale Banjar setempat pada Minggu (24/5/2026). Rapat ini membahas sejumlah agenda penting, mulai dari program kepemudaan, transparansi keuangan, penegakan aturan adat/perarem hingga penguatan seni budaya keagamaan.
Dalam rapat tersebut, Jro Klian Adat menyampaikan rencana program Sekaa Truna Truni (STT) Dharma Agung yang akan menggelar kegiatan lomba mancing dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) mereka. Acara yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan bulan Juni 2026 ini diprediksi akan berlangsung meriah.
Jro Klian Adat secara khusus memohon dukungan penuh dari seluruh krama banjar demi menyukseskan acara tersebut. Pasalnya, kegiatan ini direncanakan akan dihadiri oleh jajaran legislatif tingkat kabupaten, DPR RI, hingga jajaran pimpinan daerah.
Terkait aspek finansial, Ketut Darmika memaparkan laporan mengenai dana pengapah ayu tahap I dan tahap II (usaha SAD)—yang merupakan pahpahan dari Desa Adat—yang telah masuk ke rekening Br. Bantas Bale Agung. Pemaparan tersebut dilakukan secara terbuka, sehingga seluruh krama yang hadir dapat mengetahui jumlah saldo kas banjar secara transparan dan pasti.
Ketegasan aturan adat juga menjadi sorotan dalam paruman kali ini. Terkait adanya krama yang tidak menghadiri rapat, absen ngayah, atau tidak mengikuti kegiatan banjar lainnya tanpa keterangan/pemberitahuan yang sah, rapat menyepakati penegakan aturan. Atas dukungan peserta rapat, Jro Klian Adat menegaskan bahwa ketentuan sanksi atau denda yang tertuang dalam perarem akan dilaksanakan secara tegas.
Jro Klian Adat resmi menunjuk koordinator pecalang untuk Banjar Bantas Bale Agung. Sementara untuk posisi satu orang pecalang pengganti yang masih kosong, akan dibahas dan diputuskan pada rapat berikutnya.
Sebagai upaya membangun dan membangkitkan kembali kegiatan pesantian, Jro Klian Adat akan segera melakukan koordinasi lanjutan. Hal ini dinilai penting karena tradisi kekidungan merupakan bagian krusial yang melengkapi prosesi yadnya, bersanding dengan suara genta dan gamelan.
Secara keseluruhan, rapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan sejumlah keputusan penting demi kemajuan dan keharmonisan Banjar Bantas Bale Agung ke depan. (*)

