![]() |
Momentum upacara mingguan dan upaya SMK Negeri 3 Tabanan menanamkan Visi Pendidikan kepada Siswa. (Foto: Istimewa) |
TABANAN, LIPUTANINFOWARGA.COM – Kedisiplinan dan semangat, menyelimuti lapangan upacara SMK Negeri 3 Tabanan pada Senin (2/3/2026). Di bawah cuaca cerah, seluruh civitas akademika melaksanakan upacara bendera mingguan yang menjadi momentum penting penguatan visi sekolah bagi seluruh siswa.
Kegiatan rutin ini diikuti oleh jajaran manajemen, staf pendidik, tenaga kependidikan, serta ribuan siswa dari jenjang kelas X hingga XII. Atmosfer tertib tampak dari barisan yang tertata rapi, mencerminkan identitas sekolah kejuruan yang mengutamakan kedisiplinan.
Pelaksanaan upacara kali ini menampilkan kolaborasi solid antara siswa kelas X Otomotif B dan X DPIB yang bertugas sebagai pelaksana teknis. Performa petugas upacara mendapat apresiasi positif, khususnya sosok I Nyoman Aditya Putra. Bertindak sebagai pemimpin upacara, Aditya memimpin penghormatan bendera dengan suara lantang dan gerakan presisi yang memberikan kesan wibawa pada jalannya prosesi.
Kepala SMK Negeri 3 Tabanan, I Gusti Ngurah Bagus Aryotejo, ST., M.Kom, dalam amanatnya memaparkan visi strategis mengenai kualitas lulusan. Beliau menekankan bahwa sekolah telah menetapkan tiga indikator performa utama sebagai sasaran mutu bagi setiap siswa:
Kesehatan Raga: Sebagai modal dasar dalam beraktivitas. Kompetensi Teknis: Sebagai senjata utama bersaing di dunia industri.K arakter Unggul: Sebagai nahkoda yang mengarahkan masa depan.
"Siswa SMK Negeri 3 Tabanan harus menjadi paket lengkap. Kompetensi teknis saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan raga yang kuat dan mental yang stabil," tegas I Gusti Ngurah Bagus Aryotejo di hadapan peserta upacara.
"Kehilangan harta bukanlah apa-apa, kehilangan kesehatan adalah kehilangan sesuatu, namun kehilangan karakter berarti kehilangan segalanya."
![]() |
| Suasana Upacara Bendera di SMKN 3 Tabanan |
Mengutip pesan moral dari tokoh dunia, Billy Graham, Kepala Sekolah mengingatkan para siswa mengenai hierarki nilai dalam kehidupan. Beliau menekankan bahwa integritas dan etika adalah aset yang tidak boleh dikompromikan. Kehilangan karakter unggul dinilai sebagai kegagalan total yang dapat memutus rantai potensi masa depan seorang siswa.
Upacara ditutup dengan pesan kuat agar seluruh siswa senantiasa menjaga nama baik sekolah dan terus berproses menjadi generasi emas yang mahir secara teknis sekaligus luhur dalam budi pekerti. (*)


