TABANAN, LIPUTANINFOWARGA.COM – Sebagai upaya menjaga keseimbangan spiritual dan kelestarian alam semesta, Pemerintah Kabupaten Tabanan menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pelaksanaan upacara Pakelem Makerti Ayuning Danu. Ritual ini dijadwalkan menjadi bagian krusial dalam rangkaian perayaan Dharma Santi Nyepi Nasional Tahun Baru Saka 1948.
Kepastian dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., saat menerima audiensi dari Pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali bersama Panitia Nasional Dharma Santi Nyepi di Ruang Rapat Kantor Bupati Tabanan, Rabu (4/3).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Sanjaya didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) serta jajaran Kepala Perangkat Daerah terkait. Audiensi ini menjadi wadah koordinasi antara pemerintah daerah dengan jajaran pengurus PHDI Bali, Panitia Nasional Dharma Santi, serta perwakilan Parisada Pusat.
"Pemerintah Kabupaten Tabanan menyambut baik dan siap menyukseskan kegiatan ini. Ini adalah bentuk sinergi nyata untuk memperkuat nilai-nilai spiritual, adat, dan budaya yang menjadi fondasi masyarakat kita," ujar Bupati Sanjaya.
Secara substansial, upacara Pakelem Makerti Ayuning Danu bukan sekadar ritual seremonial. Pihak penyelenggara menekankan bahwa kegiatan ini merupakan wujud bakti secara niskala (spiritual) untuk memuliakan sumber air dan menjaga keharmonisan jagat raya.
Pelaksanaannya bertujuan untuk:
* Menyucikan alam: Membersihkan energi negatif menjelang pergantian tahun Saka.
* Keseimbangan Ekosistem: Sebagai bentuk penghormatan kepada danau sebagai sumber kehidupan (Danu).
* Penguatan Spiritual: Meningkatkan kesadaran kolektif umat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui dukungan ini, Pemkab Tabanan berharap rangkaian Hari Raya Nyepi Saka 1948 dapat berjalan dengan khidmat sekaligus memberikan dampak positif bagi vibrasi spiritual di wilayah Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan yang memiliki keterikatan erat dengan kearifan lokal berbasis air. (*)

