![]() |
| Petugas medis memeriksa kondisi mata salah satu peserta Jumat (6/2) di Wantilan Desa Beraban |
TABANAN, LIPUTANINFOWARGA.COM - Ratusan warga memadati Wantilan Desa Beraban, Kecamatan Selemadeg Timur, pada Jumat (6/2/2026), untuk mengikuti aksi kemanusiaan pemeriksaan mata gratis. Kegiatan yang diinisiasi oleh Yayasan Bhakti Yoga Dharma ini merupakan langkah nyata dalam memberikan akses kesehatan mata bagi masyarakat yang membutuhkan di wilayah Tabanan.
Bekerja sama dengan Yayasan Kemanusiaan Indonesia (John Fawcett Foundation), RS Bali Mandara, dan RS Indra, kegiatan ini berhasil menjaring sebanyak 400 peserta. Selain pemeriksaan kesehatan mata, para peserta mendapatkan bantuan berupa obat tetes mata, kacamata minus, hingga kacamata plus secara cuma-cuma. Mereka para peserta dilayani 17 petugas medis.
Tidak hanya sekadar pemeriksaan, aksi sosial ini memberikan penanganan medis serius bagi penderita katarak. Tercatat sebanyak 20 orang teridentifikasi memerlukan tindakan bedah. Sebagai tindak lanjut setelah operasi katarak, para pasien tersebut dijadwalkan mendapat pemeriksaan lanjutan pada Sabtu (7/2/2026).
![]() |
| Sebanyak 20 orang teridentifikasi memerlukan tindakan bedah, penanganan medis bagi penderita katarak. |
Ni Wayan Sumarni, warga Banjar Beraban, menyampaikan rasa syukurnya atas program ini. "Kami sangat berterima kasih. Selain dapat kacamata, ada juga tindakan operasi bagi warga yang membutuhkan. Ini sangat membantu kami secara ekonomi dan kesehatan," ungkapnya.
Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, I Made Muskadana, S.Sos., yang hadir langsung meninjau lokasi dan menyapa peserta. Senada dengan hal tersebut, Staf Sosial Kecamatan Selemadeg Timur, I Nyoman Agus Wisnaya, yang mewakili Camat, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani masalah kesehatan sosial.
Ketua Yayasan Bhakti Yoga Dharma, Jro Mangku Nyoman Putra, dalam penutupan acara menyampaikan terima kasih kepada seluruh mitra, termasuk Puskesmas Selemadeg Timur 1 dan 2, serta pemerintah desa setempat.
"Aksi ini sejalan dengan visi misi kami di bidang sosial, agama, dan kemanusiaan. Kami menyadari masih banyak kekurangan, namun komitmen kami adalah membantu sesama agar dapat melihat dunia dengan lebih jelas," ujar Nyoman Putra.
Gerakan ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin guna menekan angka gangguan penglihatan di tingkat pedesaan, selaras dengan semangat kepedulian sosial yang berkelanjutan. (Tim/Red)


